<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asosiasi Sopir Pariwisata Bali &#187; Budaya &amp; Festival</title>
	<atom:link href="https://www.aspaba.com/category/budaya-bali-festival/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.aspaba.com</link>
	<description>Asosiasi Sopir Pariwisata Bali</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Feb 2025 02:49:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.35</generator>
	<item>
		<title>Penjor, Ungkapan Syukur atas Kehidupan dan Keselamatan</title>
		<link>https://www.aspaba.com/penjor-ungkapan-syukur-atas-kehidupan-dan-keselamatan/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/penjor-ungkapan-syukur-atas-kehidupan-dan-keselamatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 05:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Agung Bawantara Penjor adalah sebatang bambu utuh dari pangkal hingga ujung yang dihias dengan pucuk enau atau janur yang diukir. Pada batang bambu tersebut juga digantungkan berbagai jenis hasil bumi yakni padi, pala bungkah (umbi-umbian), pala gantung (kelapa, mentimun, pisang, nanas), pala wija (jagung), kue dan tebu. Pada ujung bambu, digantungkan sampyan, yakni sebuah rakitan janur berbentuk seperti cupu dengan beraneka bunga dan porosan di dalamnya. Porosan adalah setangkup &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/penjor-ungkapan-syukur-atas-kehidupan-dan-keselamatan/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/penjor-ungkapan-syukur-atas-kehidupan-dan-keselamatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lamak, Simbol Pijakan Menuju Kesejatian</title>
		<link>https://www.aspaba.com/lamak-simbol-pijakan-menuju-kesejatian-2/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/lamak-simbol-pijakan-menuju-kesejatian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 05:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Agung Bawantara Lamak adalah semacam taplak dari daun enau yang dirajut dengan lidi bambu. Lamak ditempatkan di ruang-ruang kecil pada bangunan-bangunan Pura di Bali yang dinamakan dengan palinggih sebagai alas untuk meletakkan bebanten (sajian persembahan). Dalam Bahasa Kawi (Jawa Kuno), kata lamak memang berarti alas. Penggunaan lamak sebagai alas sesajen umumnya pada hari-hari besar atau upacara-upacara penting Hindu di Bali. Selain sebagai alas persembahan, lamak juga di pasang &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/lamak-simbol-pijakan-menuju-kesejatian-2/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/lamak-simbol-pijakan-menuju-kesejatian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arsitektur Bali, Berdasar Putaran Semesta &amp; Sistem Adat</title>
		<link>https://www.aspaba.com/arsitektur-bali-berdasar-putaran-semesta-sistem-adat/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/arsitektur-bali-berdasar-putaran-semesta-sistem-adat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 05:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Agung Bawantara Arsitektur Tradisional Bali berangkat dari konsep penataan ruang sebagai tempat kehidupan masyarakat Bali. Penataan letak, bentuk dan fungsi bangunan tradisional tersebut sangat terkait dengan sikap dan pandangan hidup masyarakat Bali yang. Adat istiadat, kepercayaan dan sistem religi sangat kuat memengaruhi pola arsitektur tradisonal Bali ini. Konsep arsitektur tradisional Bali telah berkembang secara turun-temurun sejak berabad-abad lampau. Pedoman dasarnya tersurat pada beberapa lontar antara lain lontar Asta &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/arsitektur-bali-berdasar-putaran-semesta-sistem-adat/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/arsitektur-bali-berdasar-putaran-semesta-sistem-adat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Detil Tentang Subak: Berbagi Air, Berbagi Kebahagiaan</title>
		<link>https://www.aspaba.com/lebih-detil-tentang-subak-berbagi-air-berbagi-kebahagiaan/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/lebih-detil-tentang-subak-berbagi-air-berbagi-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 05:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=913</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Prof. I Gde Pitana Subak merupakan or- ganisasi petani di Bali yang mengelola air irigasi untuk anggota-anggotanya. Sebagai suatu organisasi, subak mempunyai pengurus dan awig-awig (aturan-aturan keorganisasian), baik tertulis maupun tak tertulis. Subak memiliki sumber air bersama. Sumber air bersama ini dapat berupa empelan (bendungan) di sungai, mata air, air tanah, ataupun saluran utama suatu sistem irigasi yang melingkupi beberapa subak. Sebuah Subak mempunyai satu areal persawahan. Di &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/lebih-detil-tentang-subak-berbagi-air-berbagi-kebahagiaan/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/lebih-detil-tentang-subak-berbagi-air-berbagi-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Subak, Sistem Irigasi Tradisional di Bali</title>
		<link>https://www.aspaba.com/subak-sistem-irigasi-tradisional-di-bali/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/subak-sistem-irigasi-tradisional-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 04:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[Subak adalah suatu masyarakat hukum adat di Bali yang memiliki karakteristik sosio-agraris-religius, yang merupakan perkumpulan petani yang mengelola air irigasi di lahan sawah. Lingkungan topografi dan kondisi sungai-sungai di Bali yang curam menyebabkan sumber air untuk suatu komplek persawahan petani umumnya cukup jauh. Kadang-kadang untuk dapat menyalurkan air ke sebuah kompleks persawahan, mereka harus membuat terowongan menembus bukit cadas. Kondisi inilah yang menyebabkan para petani Bali menghimpun diri dan membentuk &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/subak-sistem-irigasi-tradisional-di-bali/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/subak-sistem-irigasi-tradisional-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baris Cina, Tari Sakral di Sanur dan Kuta</title>
		<link>https://www.aspaba.com/baris-cina-tari-sakral-di-sanur-dan-kuta/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/baris-cina-tari-sakral-di-sanur-dan-kuta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 09:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tari Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : AgungBawantara Tari Baris Cina merupakan jenis tarian Bali yang diduga kuat mendapat pengaruh budaya Tionghoa. Selain dari namanya, hal itu terlihat dari gerakan dan tata busananya. Gerakan tarian ini lebih menyerupai gerakan pencak silat atau kung fu. Hampir tak ada jejak pepakem (gerak dasar) tari Bali dalam tarian itu. Busana yang dikenakan para penarinya pun unik. Mereka mengenakan setelan celana panjang dan baju berlengan panjang dan berselempang kain. &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/baris-cina-tari-sakral-di-sanur-dan-kuta/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/baris-cina-tari-sakral-di-sanur-dan-kuta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joged, Tango Khas Bali dengan Banyak Ragam</title>
		<link>https://www.aspaba.com/joged-tango-khas-bali-dengan-banyak-ragam/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/joged-tango-khas-bali-dengan-banyak-ragam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 09:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tari Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=894</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Agung Bawantara Dibandingkan dengan Tari Legong dan Kecak, Joged kalah pamor dalam brosur-brosur pariwisata Bali. Tapi di Bali, tari ini termasuk tari yang populer. Tari ini merupakan tari pergaulan yang memiliki pola gerak lincah, dinamis dan bebas. Yang dimaksud bebas di sini adalah bahwa gerak-gerak dalam tarian tersebut tidak terikat oleh pakem dan komposisi yang ketat. Penari dapat melakukan banyak improvisasi, terutama saat meladeni partisipasi penonton (laki-laki) yang turut &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/joged-tango-khas-bali-dengan-banyak-ragam/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/joged-tango-khas-bali-dengan-banyak-ragam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legong Keraton, Bermula dari Meditasi Raja Sukawati</title>
		<link>https://www.aspaba.com/legong-keraton-bermula-dari-meditasi-raja-sukawati/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/legong-keraton-bermula-dari-meditasi-raja-sukawati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 09:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tari Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=890</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Agung Bawantara Ini sebuah catatan menarik mengenai asal-muasal tari Legong. Saya temukan pada sebuah katalog festival pelegongan yang diselenggarakan di Denpasar, Mengwi, dan Peliatan pada 1995. Catatan itu dibuat oleh Prof. Dr. I Made Bandem, Sekretaris Yayasan Walter Spies yang menyelenggarakan acara tersebut. Dalam catatan tersebut Prof. Bandem mengutarakan bahwa lahirnya Legong bermula dari hasil pertapaan Raja Sukawati, I Dewa Agung Made Karna. Kisah tersebut tercatat dalam Babad &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/legong-keraton-bermula-dari-meditasi-raja-sukawati/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/legong-keraton-bermula-dari-meditasi-raja-sukawati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Topeng Sidakarya, Tarian untuk Kesempurnaan Ritual</title>
		<link>https://www.aspaba.com/topeng-sidakarya-tarian-untuk-kesempurnaan-ritual/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/topeng-sidakarya-tarian-untuk-kesempurnaan-ritual/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 09:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tari Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=886</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Agung Bawantara Topeng Sidakarya adalah bagian dari pementasan tari topeng yang mengiringi sebuah upacara besar di Bali. Topeng Sidakarya dianggap sebagai pelengkap upacara-upacara tersebut. Topeng ini tampil sebagai pamungkas tari persembahan (wewalen) sebelum acara pemujaan bersama yang dipimpin oleh Sulinggih dilakukan. Pementasan Topeng Sidakarya ini bermula dari sebuah peristiwa menarik yang terjadi saat masyarakat Bali menggelar upacara besar di Pura Besakih pada zaman kekuasan Raja Dalem Waturenggong sekitar &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/topeng-sidakarya-tarian-untuk-kesempurnaan-ritual/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/topeng-sidakarya-tarian-untuk-kesempurnaan-ritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gambuh</title>
		<link>https://www.aspaba.com/gambuh/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/gambuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 09:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tari Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Agung Bawantara Gambuh adalah tarian dramatari Bali yang dianggap paling tinggi mutunya dan merupakan dramatari klasik Bali yang paling kaya akan gerak-gerak tari sehingga dianggap sebagai sumber segala jenis tari klasik Bali.Diperkirakan, Gambuh ini muncul sekitar abad ke-15 yang lakonnya bersumber pada cerita Panji. Gambuh berbentuk total theater karena di dalamnya terdapat jalinan unsur seni suara, seni drama &#38; tari, seni rupa, seni sastra, dan lainnya. Pementasannya dalam &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/gambuh/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/gambuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
