<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asosiasi Sopir Pariwisata Bali &#187; Informasi Wisata</title>
	<atom:link href="https://www.aspaba.com/category/infomasi-wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.aspaba.com</link>
	<description>Asosiasi Sopir Pariwisata Bali</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Feb 2025 02:49:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.35</generator>
	<item>
		<title>Fenomena Gunung Agung Bertedung</title>
		<link>https://www.aspaba.com/fenomena-gunung-agung-bertedung/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/fenomena-gunung-agung-bertedung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 08:37:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=824</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena alam kerap kali terasa aneh dan menakjubkan. Datang dan perginya pun sering tak terduga. Begitu banyak fenomena hadir di muka bumi ini, dan manusia memaknainya dengan berbagai sudut pandang dan tafsir. Ada yang membacanya dengan kacamata ilmiah, ada pula yang melongoknya dari jendela mistis. Dari sudut mana pun kamu melihatnya, fenomena Gunung Agung bertedung awan yang terjadi pada hari raya Galungan ini sungguh memesona. Silahkan memaknai fenomena yang muncul &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/fenomena-gunung-agung-bertedung/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/fenomena-gunung-agung-bertedung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari Pemerasan oleh Oknum Guide Lokal Besakih</title>
		<link>https://www.aspaba.com/hindari-pemerasan-oleh-oknum-guide-lokal-besakih/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/hindari-pemerasan-oleh-oknum-guide-lokal-besakih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 08:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Wisatawan yang berkunjung ke pura Besakih kerap mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pemandu wisata lokal di kawasan tersebut. Selasa (26/5/2009) lalu, Pemerintah Kecamatan Rendang memberi teguran keras kepada lima orang pemandu wisata yang tergabung dalam kelompok guide khusus di Besakih karena ulahnya yang tak terpuji saat memandu wisatawan. Dengan caranya masing-masing, ke-lima pemandu tersebut melakukan pemerasan terhadap wisatawan asing. “Jika tetap membadel, sanksi berikutnya adalah pencabutan lisensi sebagai pemandu wisata &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/hindari-pemerasan-oleh-oknum-guide-lokal-besakih/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/hindari-pemerasan-oleh-oknum-guide-lokal-besakih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upacara Mapepada di Pura Manik Mas Besakih</title>
		<link>https://www.aspaba.com/upacara-mapepada-di-pura-manik-mas-besakih/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/upacara-mapepada-di-pura-manik-mas-besakih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 08:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Pura Manik Mas, salah satu pura di kompleks Pura Besakih, baru saja usai dipugar. Untuk menyucikan pura tersebut agar dapat digunakan sabagai sarana persembahyangan, pura tersebut ‘diresmikan’ kembali melalui upacara Pamelaspas, Mendem Pedagingan dan Ngenteg Linggih. Serangkaian dengan itu, hari Minggu (15/2/2009) lalu diselenggarakan upacara Mapepada Tawur yaitu upacara penyucian hewan-hewan yang akan digunakan sebagai kurban dalam upacara. Upacara Mapepada Tawur ini dipimpin oleh Ida Pedanda Wayahan Tianyar dari Griya &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/upacara-mapepada-di-pura-manik-mas-besakih/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/upacara-mapepada-di-pura-manik-mas-besakih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melasti Panca Bali Krama, Diperkirakan 1500 Orang</title>
		<link>https://www.aspaba.com/melasti-panca-bali-krama-diperkirakan-1500-orang/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/melasti-panca-bali-krama-diperkirakan-1500-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 08:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Ritual Melasti ke pantai Klotok, Klungkung akan menjadi satu perhelatan besar dalam rangkaian upacara Panca Bali Krama, yaitu ritual keagamaan yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali di Pura Besakih. Melasti adalah upacara penyucian Pratima (benda-benda sakral simbolisasi kekuasaan Tuhan) yang dilakukan di pantai. Ritual ini akan diselenggarakan tanggal 21, 22 dan 23 Maret 2009 dan diperkirakan akan diikuti oleh tak kurang dari 1500 umat. Mereka akan berjalan kaki sambil mengusung &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/melasti-panca-bali-krama-diperkirakan-1500-orang/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/melasti-panca-bali-krama-diperkirakan-1500-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upacara Sepuluh Tahunan di Pura Besakih</title>
		<link>https://www.aspaba.com/upacara-sepuluh-tahunan-di-pura-besakih/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/upacara-sepuluh-tahunan-di-pura-besakih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 08:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Penduduk Bali sebagian besar beragama Hindu yang memiliki berbagai upacara ritual yang unik dan penuh pesona. Hampir setiap hari di pulau yang dijuluki ‘pulau seribu pura’ ini dapat dijumpai acara ritual untuk mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam semesta, yang ketiganya mereka sebut dengan Tri Hita Karana. Satu di antara sekian banyak ritual itu adalah upacara Panca Bali Krama yang di selenggarakan &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/upacara-sepuluh-tahunan-di-pura-besakih/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/upacara-sepuluh-tahunan-di-pura-besakih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perang Tanpa Benci di Bulan Juni</title>
		<link>https://www.aspaba.com/perang-tanpa-benci-di-bulan-juni/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/perang-tanpa-benci-di-bulan-juni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 18:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[Hampir seluruh perang di muka bumi ini dilakukan dengan semangat bermusuhan. Sorot mata orang-orang yang terlibat dalam perang selalu menyiratkan dendam dan kebencian terhadap kelompok yang dihadapinya. Hanya di desa Tenganan di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, terjadi perang yang dilakukan dengan wajah ceria di antara orang-orang yang saling berhadapan. Meski kulit tubuh mereka robek dan berdarah oleh lawan, mereka tetap tersenyum kepadanya. Perang macam apa itu? Itulah tradisi Perang Pandan &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/perang-tanpa-benci-di-bulan-juni/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/perang-tanpa-benci-di-bulan-juni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sate Gurita, ‘Menendang’ Bumbu di Rongga Mulut</title>
		<link>https://www.aspaba.com/sate-gurita-%e2%80%98menendang%e2%80%99-bumbu-di-rongga-mulut/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/sate-gurita-%e2%80%98menendang%e2%80%99-bumbu-di-rongga-mulut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 18:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para pecinta ‘wisata lidah’ sajian sate dari daging sapi, kambing, ayam, bebek, babi, kelinci, atau ikan tentu sesuatu yang biasa. Tapi sate gurita, mungkin merupakan sesuatu yang istimewa. Ya, di Bali, sate gurita memang tergolong istimewa. Selain karena rasanya, tentu karena ketersediaan bahan bakunya yang langka. Di seantero Bali, tak banyak ditemui warung atau rumah makan yang menyediakan sate gurita. Satu di antara yang sedikit itu adalah Warung Mek &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/sate-gurita-%e2%80%98menendang%e2%80%99-bumbu-di-rongga-mulut/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/sate-gurita-%e2%80%98menendang%e2%80%99-bumbu-di-rongga-mulut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan ke Bali Timur dari Sisi Selatan</title>
		<link>https://www.aspaba.com/perjalanan-ke-bali-timur-dari-sisi-selatan/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/perjalanan-ke-bali-timur-dari-sisi-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 18:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Hampir seluruh lekuk pantai dan desa di pulau Bali menarik untuk dikunjungi, termasuk yang terdapat di bagian timur pulau ini. Di wilayah yang termasuk dalam kabupaten Karangasem itu terdapat antara lain obyek wisata Tengangan, Candidasa, Taman Tirta Gangga, Istana Ujung, Pantai Tulamben, pantai Amed, dan banyak lagi. Berikut ini adalah gambaran rute, jarak dan waktu tempuh dari Kuta menuju pantai Amed atau Tulamben, dua pantai yang terkenal dengan pemandangan bawah &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/perjalanan-ke-bali-timur-dari-sisi-selatan/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/perjalanan-ke-bali-timur-dari-sisi-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uang Kepeng, Suvenir Unik dari Desa Kamasan</title>
		<link>https://www.aspaba.com/uang-kepeng-suvenir-unik-dari-desa-kamasan/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/uang-kepeng-suvenir-unik-dari-desa-kamasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 18:10:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Klungkung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Uang kepeng sangat dekat dengan kehidupan masyarakat di Bali. Uang dengan lubang di tengahnya itu diduga masuk ke Bali sejak abad ke-7 pada era Dinasti Tiang berkuasa di dataran Tiongkok. Saat itu. di Bali, uang tersebut berfungsi sebagai alat tukar. Belakangan, seperti yang tersurat dalam prasasti Sukawana yang berangka tahun 882 Masehi, uang kepeng ditengarai telah mempunyai fungsi sebagai sarana upacara agama Hindu di Bali. Dari jenisnya, uang kepeng yang &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/uang-kepeng-suvenir-unik-dari-desa-kamasan/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/uang-kepeng-suvenir-unik-dari-desa-kamasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trekking</title>
		<link>https://www.aspaba.com/trekking/</link>
		<comments>https://www.aspaba.com/trekking/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 17:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[aspaba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tabanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aspaba.com/?p=705</guid>
		<description><![CDATA[Trekking atau mendaki gunung adalah satu aktivitas wisata alam yang cukup mengasyikkan. Jenis aktivitas ini membuat kamu menjadi dekat dengan alam. Di Bali cukup banyak jalur trekking yang dapat kamu jajal. Semua jalur tersebut menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Trekking ke Gunung Agung Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Bali. Tingginya sekitar 3.031 meter dari permukaan laut. Gunung ini berada di wilayah kabupaten Karangasem, di Bali bagian timur. Masyarakat Hindu &#8230; <a href="https://www.aspaba.com/trekking/">Selengkapnya &#187;</a>]]></description>
		<wfw:commentRss>https://www.aspaba.com/trekking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
