Asosiasi Sopir Pariwisata Bali

  • parade
  • sunset
  • tree
  • aspaba-bedugung-temple
  • aspaba-rice-terrace
  • aspaba-tanahlot

Archive for the ‘Informasi Wisata’ Category

Jet Ski

oleh aspaba · Nusa Dua & Tanjung Benoa

Permainan ini menggunakan kendaraan yang nggak jauh beda dengan sepeda motor. Bedanya, sepeda motor dijalankan di aspal, jetski dimainkan di air. Selebihnya, sama saja. Meskipun begitu, permainan ini memberikan sensasi yang berbeda dengan mengendarai motor di jalanan. Dengan menggeber kecepatan jet ski, kamu akan merasakan bagaimana rasanya berayun saat kendaraan air tersebut menabrak riak.

 

 

Karena kecepatannya yang cihui, banyak vendor tidak mengizinkan tamunya mengendarai jet ski sendiri tanpa didampingi instruktur. Hal ini untuk menghindarkan risiko terjadinya tabrakan antara pengendara jet ski dengan perahu nelayan atau pemain olahraga air lainnya. Biasanya, instruktur akan membantumu mengendarai jet ski dari pinggir pantai menuju ke tengah laut. Setelah berada di wilayah aman, jet ski tersebut diserahkan kepadamu untuk kamu kemudikan sesukamu.

 

Lokasi
Kamu dapat bermain jat ski di pantai Sanur, Tanjung Benoa, Lovina dan di danau Beratan (Bedugul).

Modal
Kamu tak perlu menggelontor- kan uang terlalu besar untuk bisa bermain jet ski. Modalmu hanya akan berkurang sekitar Rp150 ribu-Rp200 ribu jika kamu bermain selama 15 menit. Di Lovina, per 15 menit kamu dikenai sewa sebesar US$ 25.

Diving

oleh aspaba · Nusa Dua & Tanjung Benoa

Scuba diving adalah kegiatan melayang-layang menjelajahi dunia bawah air yang menakjubkan. Bagi penyelam scuba diver, begitu pehobi scuba diving disebut, kegiatan ini amatlah menyengangkan. Untuk menjadi penyelam tidaklah sulit. Kamu cukup menempuh pelatihan selama tiga hari, pasti bisa. Di Bali banyak tempat-tempat pelatihan scuba diving yang mengemas pelatihannya dengan kemasan wisata. Juga, tak sulit menemukan tempat penyewaan peralatannya dengan harga yang relatif murah.

Daya tarik utama dari olahraga ini adalah menyelam hingga ke dasar laut. Berbeda dengan snorkeling yang hanya bisa menikmati bawah laut dari permukaan air, diving itu menyelam hingga ke dasar laut dengan peralatan yang lebih beragam. Misalnya tabung oksigen yang dalam snorkeling tidak diperlukan.

Peraturan internasional menyatakan, untuk menyelam haruslah menguasai teori dan keterampilan sebagai scuba diver serta memiliki sertifikat Open Water Divers dari badan berwenang. Jika memiliki lisensi OWD, kamu dapat melakukan diving di manapun di dunia pada perairan dengan kedalaman maksimum 18 meter dan perairan dengan ketinggian maksimum 300 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia, sertifikat dikeluarkan oleh PADI (Professional Association Diving Instructor).

Tapi bukan berarti kamu yang tak berpengalaman sama sekali tak bisa menjajal aktivitas ini. Kamu dapat mengikuti paket diving yang diawali dengan pelatihan terlebih dahulu. Oleh mereka, terlebih dahulu kamu akan dibekali dengan teori dasar dan lingkungan penyelaman, praktik bongkar pasang peralatan, turun naik ke kedalaman dan praktik uji laut.

Namun, setelah menguasi teori dan praktik menyelam, bukan berarti kamu boleh sembarangan melakukan penyelaman. Penyelam pemula tidak diperkenankan menyelam di dalam laut tanpa didampingi instruktur atau dive master. Kondisi dan karakter laut yang berbeda-beda di masing-masing tempat, mengandung risiko yang cukup besar.

Penting dingat!

Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan penyelaman:
• Tentukan lokasi penyelaman. Persiapkan peralatan seperti fins, snorkel, tabung oksigen, boots, masker, baju selam, sarung tangan selam dan lainnya.
• Cek peralatan tersebut apakah ada yang rusak atau layak dipakai.
• Periksa alat pengukur tekanan udara dalam tabung.
• Jangan sampai melewati batas aman minimal.
• Gunakan baju selam, sarung tangan selam, fins, boots, snorkel, regulator dan BCD dengan benar.
• Ketahui berbagai masalah yang mungkin terjadi dalam penyelaman, pahami tindakan pencegahan dan penanggulangannya.

Lokasi menyelam di Bali

Nusa Dua
Lokasi penyelaman di Nusa Dua dibangun sebagai perluasan karang di Tanjung Benoa. Gugusan karang ini terbentang dari utara ke selatan, mengikuti garis pantai Nusa Dua Resort. Di sinilah satu-satunya wilayah di Bali Selatan yang diselami secara rutin.

Yang paling asyik dikunjungi di wilayah ini adalah dekat hotel Nusa Dua. Meski tak menyuguhkan pemandangan bawah air yang spektakuler, di lokasi ini terdapat formasi karang yang menarik, sponges dan beragam ikan hias warna-warni.

Candi Dasa
Candi Dasa adalah lokasi menyelam yang menawarkan pemandangan bawah air yang spektakuler. Di sana kamu dapat menemukan dinding karang yang berjenjang dan diselimuti berbagai koral. Beberapa ikan hias yang cantik terlihat di situ seperti kakap merah , ikan clown trigger fish, dan ikan pari bintik biru.

Pulau Tepekong, yang berada di sisi sebelah timur laut pulau ini memiliki dinding selam dengan banyak gua. Jarak pandang di sini hanya delapan meter disebabkan oleh pergerakan air. Arus yang deras membuat para penyelem di tempat ini dapat menyusuri beberapa gua, termasuk terowongan sepanjang sepuluh meter di antara beberapa bongkahan besar.

Tulamben
Di perairan pantai ini selain beraneka jenis terumbu karang dan ikan hias warna-warni yang jinak, juga terdapat bangkai kapal Liberty milik angkatan perang Amerika Serikat yang tenggelam pada Perang Dunia II. Kapal tersebut kini menjadi rumpon dari beberapa jenis kehidupan di dasar laut Tulamben.

Di sini kamu juga dapat menikmati terumbu karang yang sangat indah. Letaknya di tebing dasar laut yang memiliki kemiringan nyaris 90 derajat. Untuk mencapai daerah tersebut, kamu harus muncul ke permukaan terlebih dahulu, lalu dengan boat kamu akan diantarkan menuju daerah yang dinamai drop of point itu.

Ada tujuh dive site di kawasan pantai ini.

Amed
Lokasinya hanya beberapa kilometer di tenggara Tulamben. Amed bertempat di Teluk Jemeluk. Kondisi airnya jernih dan tanpa gelombang permukaan. Pantai ini memiliki topografi yang landai dengan pemandangan bawah laut yang kaya dan gugusan karang yang indah. Lokasi ini sangat menyenangkan terutama bagi penyelam pemula. Jarak pandang di perairan ini sekitar 12-15 meter sehingga mengasyikkan untuk menikmati ikan-ikan hias yang banyak sekali ragamnya.

Pemuteran
Lokasi menyelam ini terletak di Bali bagian utara. Areal Pemuteran berada di Laut Bali, hanya beberapa kilometer dari pantai utara Bali Barat dan masih merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat. Wilayah ini dilindungi oleh Pemerintah.

Di Pemuteran kamu dapat menemukan banyak variasi terumbu karang. Dan, di antara terumbu karang tersebut, terdapat banyak ikan karang tropis dan sekelompok moorish idol.

Pulau Menjangan
Pulau Menjangan berlokasi di sisi barat laut pulau Bali. Pulau ini berada di perairan Laut Bali, beberapa kilometer dari pantai utara Bali Barat. Wilayah penyelaman ini pun masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Bali Barat yang dilindungi Pemerintah. Karena itu aktivitas menyelam di wilayah ini tak sebebas di dive site lainnya.

Saat ini, pulau Menjanganlah tempat penyelaman terbaik di Bali. Di perairan yang yang jernih dan tenang itu terdapat variasi spesies ikan dan terumbu karang yang sangat kaya. Satu di antara terumbu karang yang memikat itu adalah Gorgonian.

Nusa Penida
Nusa Penida adalah pulau kecil berlokasi di tenggara Bali. Dari Bali, kita harus menyeberangi Selat Badung untuk sampai ke Nusa Penida dan dua pulau kecil lainnya:Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan.

Nusa Penida menjadi pusat penyelaman di area ini. Ada beberapa dive sites di sini yakni Pelabuhan Penida, Puncak Manta, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Puncak Malibu.

Dari semua itu, Toyapakeh dan Puncak malibulah yang paling indah. Toyapakeh memiliki bentangan karang yang sangat indah. Di tempat ini terdapat tiang-tiang koral yang menarik. Sedangkan Puncak Malibu memiliki terumbu karang abu-abu, reef white tips, silver-tips dan beberapa ikan hiu.

Sementara Teluk Penida menawarkan tantangan lain, yakni petualangan di dekat pulau karang yang memiliki bentuk yang menarik yaitu menyerupai gajah yang sedang beristirahat. Di sini air permukaan mengalir dramatis, sebab hempasan gelombang terpotong oleh tebing karang yang menjulang.

Keindahan serupa dengan nuansa yang berbeda juga dapat kamu temukan di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang letaknya bersebelahan dengan Nusa Penida.

Biaya
Banyak tawaran paket menyelam di Bali. Harganya berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 1,2 juta.
Misalnya, di Tulamben kamu bisa menyewa peralatan diving dengan tarif sewa Rp 250 ribu per jam (plus Rp 150 ribu jika menyewa kamera bawah air).

Tarif tersebut sudah termasuk biaya-biaya: transportasi bolak-balik dengan angkutan darat dan laut, pelajaran menyelam, perlengkapan menyelam, makan siang, minuman, snack, asuransi keselamatan.

Flying Fish

oleh aspaba · Nusa Dua & Tanjung Benoa

Olahraga air yang satu ini juga seru banget. Flying fish boleh dibilang merupakan kombinasi antara permainan banana boat dan parasailing. Permainan ini menggabungkan empat banana boat dalam satu rangkaian yang dihubungkan dengan seutas tali pada sebuah speedboat. Speed boat tersebut kemudian menariknya dengan kecepatan 100 km/jam sehingga rangkaian banana boat tersebut tidak meluncur di atas air, melainkan terbang seperti halnya parasailing dengan ketinggian 10-15 meter. Seru, kan?

Dua syarat utama agar perahu karet bisa terbang adalah kecepatan speedboat yang tinggi dan hembusan angin yang cukup kuat. Jika salah satu syarat itu tidak mendukung, maka sensasi flying fish tidak akan bisa dirasakan.

Venue
Di Bali, hanya di Tanjung Benoa tersedia permainan ini. Di kawasan itu ada beberapa vendor penyedia rekreasi ini yang bisa kamu pilih salah satunya.

Biaya
Untuk menikmati rekreasi ini, cukup mengeluarkan ongkos sebesar Rp 200 ribu selama 15 menit, minimal peserta dua orang.

Parasailing

oleh aspaba · Nusa Dua & Tanjung Benoa

Parasailing berasal dari kata parachute dan sailing. Jadi tubuh kamu akan diikat pada sebuah parachute dengan dua buah harness (tali kekang). Kemudian, dengan sutas tali, parachute tersebut dikaitkan pada sebuah speed boat yang akan menarik kamu dengan kecepatan tinggi. Tingginya kecepatan itu membuat parachute terangkat dan tubuhmu pun turut melayang ke udara. Kamu akan merasakan sensasi yang tak terlukiskan ketika berada di ketingginan 100 meter di atas permukaan laut di mana badan hanya terikat pada dua buah harness. Beberapa orang yang pernah mencobanya mengatakan ada perasaaan ngeri bercampur takjub menyelimuti perasaannya. Cobalah!

 

Venue
Pantai Tanjung Benoa, pantai Sanur, pantai Lovina dan Bedugul (danau Beratan).

Biaya
Bermain parasailing di Bedugul kamu dikenai biaya Rp65 ribu per 15 menit. Sedangkan di Tanjung Benoa dan Sanur tarif berkisar antara Rp100 ribu – Rp125 ribu per 15 menit. Di pantai Lovina, tarifnya U$ 20 per 15 menit.

 

 

Banana Boat

oleh aspaba · Nusa Dua & Tanjung Benoa

Ini adalah olahraga air mengendarai perahu karet berbentuk pisang. Untuk setiap perahu, maksimum pesertanya adalah enam orang. Setelah siap, banana boat ini ditarik ke tengah laut oleh sebuah speed boat dengan kecepatan tinggi. Di tengah laut, speed boat akan melaju dan berbelok dengan sudut yang tajam sehingga banana boat akan terbalik beserta semua penumpang di atasnya.

Agar aman, tentu saja sebelum memulai permainan, semua penumpang diwajibkan untuk memakai jaket pelampung.

Venue
Pantai Tanjung Benoa, Sanur, Lovina dan Danau Beratan (Bedugul).

Biaya
Di Tanjung Benoa dan Sanur, untuk bermain banana boat selama 15 menit, kamu harus merogoh uang di kantong sebesar Rp 50 ribu per orang. Permainan baru bisa dilakukan dengan peserta minimal dua orang. Tapi kalau kamu melakukannya di pantai Lovina, kamu harus membayar US$ 20 per orang, dan minimal pesertanya empat orang.

Bali Eye Balloon

oleh aspaba · Nusa Dua & Tanjung Benoa

Ini adalah wahana wisata untuk menikmati keindahan pulau Bali (bagian selatan) dari atas langit dengan menggunakan balon udara. Dari atas balon, kamu bisa menikmati dan mengabadikan keindahan pulau Bali dari ketinggian.

Saat ini baru satu perusahaan jasa wisata yang menyediakan layanan ini, yakni di kawasan wisata Nusa Dua. Mereka memasang tarif untuk sekali terbang selama 12 Menit sebesar Rp 160– Rp 250 ribu untuk orang dewasa dan Rp 110 – Rp 200 ribu untuk anak – anak (11 tahun ke bawah). Harga untuk turis domestik ini sudah termasuk biaya transfer hotel, 12 menit balon udara, biaya administrasi, dan perlindungan asuransi jiwa. Waktu penjemputan sekitar pukul 10.30 WITA.

Biaya
Biaya menikmati rekreasi ini adalah sekitar US$ 25 untuk orang dewasa dan US$ 15 untuk anak-anak. Sedangkan keluarga kamu akan ditarik bayaran sebesar U$ 70 (2 orang dewasa; 2 anak)

Acara dimulai: 10:00 – 22:00 WITA
Ketinggian 100 meter
Lama terbang 10 – 12 menit
maximum kapasitas 30 pax

Dua Lagi, Desa Wisata di Badung

oleh aspaba · Umum

Setelah sebelumnya menetapkan tujuh desa menjadi desa wisata, kini Pemerintah Kabupaten Badung kembali melirik dua desa untuk dimasukkan dalam program serupa. Dua desa tersebut adalah desa Biloksidan dan desa Buana. Keduanya diarahkan sebagai desa wisata lantaran pesona alamnya yang memesona. Selain punya potensi rafting, kedua desa ini sangat mungkin dikembangkan sebagai tujuan wisata spiritual.

Sebelumnya, Pemkab Badung menetapkan Kiadan, Sangeh, Bongkasa, Baha, Mengwi, Kapal dan Munggu sebagai desa wisata karena keunikan dan kekhasannya masing-masing. Desa Kiadan memiliki potensi ekowisata yang luar biasa, desa Sangeh memiliki hutan kera yang unik, Bongkasa merupakan kawasan rafting yang menyenangkan, desa Mengwi memiliki pura Taman Ayun yang indah dan sentra kerajinan yang maju, desa Kapal memiliki Pura Sada dengan tradisi perang ketupat yang unik. Sedangkan desa Munggu memiliki tradisi Mekotek yang juga tak kalah uniknya.

Menurut I Made Subawa, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Badung, rencananya tahap pembangunan fisik sebagai pelengkap keberadaan desa wisata, diupayakan rampung paling telat pada tahun 2010.

“Jika target tersebut tercapai, maka pada 2011 kedua desa tersebut langsung dijual sebagai tempat wisata alternatif andalan Badung,” ucap Subawa kepada wartawan.

Balawista, Baywatch versi Indonesia

oleh aspaba · Kuta

Kenyamanan sarana wisata di pantai Kuta atau pantai lainnya di Bali, tidak lengkap tanpa kehadiran anggota Badan Penyelamat Wisata Air (Balawista). Para penyelamat pantai yang selalu bersiaga di enam pos di sepanjang kawasan pantai Kuta dari Tuban hingga Seminyak.
Setiap detik mereka berjaga-jaga untuk mencegah dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan menimpa wisatawan yang tengah mandi atau melakukan aktivitas lain di tengah deburan ombak pantai Kuta.

Menjadi seorang anggota Balawista memerlukan mereka rasa kepedulian yang kuat terhadap nasib orang lain. Juga semangat pengabdian, ketulusan dan kerelaan berkorban yang tinggi. “Tanpa itu, anda tak akan tahan menjalani profesi ini,” ucap Suparka, Komandan Balawista Kabupaten Badung.

Pernah, sekitar tahun 1980-an, tiga wisatawan asing terseret gelombang. Seketika para Balawista melesat dan terjun ke laut untuk memberi pertolongan. Namun apa yang terjadi? Ombak yang kala itu ganas akibat pengaruh cuaca, justru mengancam jiwa para Balawista. Mereka pun diombang-ambing dan diempaskan oleh deburan ombak yang dahsyat. Di saat-saat demikian, kata Suparka, hanya satu hal yang mereka pikirkan yaitu bagaimana menyelamatkan nyawa orang-orang yang terseret arus itu.

“Soal diri kami, itu urusan belakangan,” ucapnya.

Di luar itu, ada lagi syarat yang harus dipenuhi yakni kemampuan fisik yang prima. Untuk dapat diterima sebagai anggota Balawista calon anggota harus menjalani pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka harus lulus beberapa ujian yang ditandai dengan Sertifikat Bronze. Sertifikat tersebut diberikan kepada mereka yang berhasil melampaui tes kemampuan berenang di kolam renang menempuh jarak 400 meter dalam waktu kurang dari sembilan menit. Juga kemampuan berlari di pantai sejauh 200 meter, berenang di laut sejauh 200 meter, kemudian berlari lagi di pantai 200 meter. Semua itu harus ditempuh dengan catatan waktu maksimal delapan menit. Setelah terpilih, masing-masing anggota diberi pelajaran selama sepuluh hari meliputi pelajaran tentang ombak dan arus, alat penyelamatan, P3K, dan lain-lain.

Dalam pelaksanaan tugas, anggota Balawista berkualifikasi Bronze, dibantu oleh anggota Balawista yang digolongkan dalam resasitasi group dan life saving group.
Anggota Resasitasi Group lebih banyak bertugas sebagai pengelola administrasi dan penyelamatan di darat, sedangkan anggota life saving group memiliki kemampuan resasitasi group ditambah cukup keterampilan renang. Anggota kelompok ini memiliki kemampuan sedikit di bawah Bronze group.

Saat ini jumlah anggota balawsita Badung ada 128 orang yang tersebar di 16 pos di pantai-pantai Tuban-Seminyak (6 pos), Jimbaran (1 pos), Nusa Dua (3 pos), Uluwatu (1 pos), Labuhan Sait (1 pos), Dreamland (1 pos), Berawa (1 pos), Batu Belig (1 pos), Seseh (1 pos) dan pos pengendali di Kuta. Untuk semua itu, fasilitas penyelamatan yang tersedia antara lain radio, jet ski, boat karet (4 unit), boat fiber glass (2 unit).

Guna meningkatkan kemampuan lapangan anggota Balawista mendapat pelatihan secara regular. Mereka juga secara bergiliran dikirim ke luar negeri untuk menimba ilmu penyelamatan.

Pesan wisatawan:
Jangan berenang di antara dua bendera yang dipasang oleh anggota Balawista. Biasanya, anggota Balawista akan mengingatkan bila kamu melanggar larangan ini.

Selancar Malam di Ombak Kuta

oleh aspaba · Kuta

Berselancar adalah olahraga air yang mengasyikan. Sensasi mengendarai papan di atas deburan dan liukan ombak membawa kamu pada kesenangan yang lain. Karena itu, para pehobi selancar sampai keranjingan memburu ombak-ombak tinggi di berbagai pantai di seluruh dunia. Bahkan, ada komunitas peselancar yang menjajal untuk melakukan ‘tarian ombak’ itu di malam hari, seperti yang dilakukan di pantai Kuta Selasa (1/12) yang lalu. Dalam acara Surfing at Night yang digelar di depan Mercure Hotel itu, belasan peselancar laki dan perempuan turun ke laut setelah matahari surup, untuk menjajal deburan ombak pantai Kuta di malam hari. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, berbaur dengan para peselancar dari manca negara.

Apa menariknya berselancar malam hari?
Menurut Yuli, peserta yang berasal dari Pangandaran, Jawa Barat, berselancar malam hari memberikan pengalaman yang luar biasa. “Sama seperti (berselancar pada) siang (hari), tapi tantangannya berbeda. Konsentrasi harus terfokus pada areal cahaya yang berasal dari lampu sorot untuk melihat ombak yang datang. Itu memerlukan konsentrasi yang baik,” paparnya.

Dedi Santosa, peserta lain, menambahkan bahwa take off di malam hari sangat susah. “Lihat ombaknya saja susah apalagi mencari ombak bagus,” tuturnya.

Dedi Santosa adalah peselancar yang menduduki peringkat 4 Indonesia Surfing Championshin (ISC) 2009. Sebagai peselancar, ia sudah pernah menjajal berbagai spot (ombak bagus) di luar negeri. Mulai dari Pantai Gold Coast di Queensland, Australia, Pantai Chiba Jepang, dan California Amerika Serikat. Baginya, sensasi menaklukkan ombak di siang hari dan malam hari sangat berbeda.

Di Kuta, malam itu, Dedi hanya 30 menit menjelajahi ombak. Ia keluar setelah bergelut menggeluti ombak di kegelapan malam. Selama itu, dia hanya berhasil menaklukkan beberpa kecil ombak saja. “Mungkin dua atau lima ombak saja,” terangnya. Padahal, jika siang hari, dengan waktu yang sama, ia mampu mengendarai belasan bahkan puluhan ombak dengan mudah.

Yang menarik, justru karena kesulitan tersebut para peselancar jadi penasaran. Menurut mereka yang menjadi tantangan utama adalah cara mengenali datangnya ombak, serta membedakan kedatangan ombak besar dengan ombak kecil.

“Soal rasa dingin, sama sekali tidak ada masalah. Justru pada malam hari air laut terasa hangat,” terang
Piping, salah satu pelaksana kegiataan ini.

Menurut Piping, di Indonesia kegiataan itu baru pertama kali diselenggarakan. “Tapi, di luar negeri sudah biasa,” ungkapnya sembari menerangkan bahwa di beberapa negara sering digelar kejuaraan surfing di malam hari.

Malam itu, lebih dari 75 peselancar yang turun ke pantai. “Padahal, rencana awal hanya 50 surfer saja,” ucap Piping.

Hingga waktu menunjukkan pukul 21.45, para peselancar yang berusaha menaklukkan ombak pantai Kuta itu tetap banyak. Beberapa di antaranya sempat berjumpalitan diterjang ombak. Namun tetap saja mereka bersemangat untuk meniti ombak di malam bulan purnama itu.

Untuk menerangi para peselancar, tiga unit lampu sorot berkekuatan besar dipasang di bibir pantai. Dan, untuk memeriahkan suasana, tak jauh dari lampu tersebut didirikan sebuah panggung di mana seorang DJ beraksi dengan atraktifnya. (abe/jjb-radar bali)

Foto-foto: Piping, Agung Bawantara

Surfing Anak-anak di Pantai Kuta

oleh aspaba · Kuta

Oleh : Maria Ekaristi & Agung Bawantara

Pesona meliuk-liuk di atas ombak rupanya tak hendak dinikmati sendiri oleh pecinta olahraga surfing (selancar). Mereka selalu berusaha menyebar informasi dan membuat berbagai acara untuk menarik minat-minat baru terhadap olahraga ini. Tidak hanya kepada remaja dan orang dewasa, mereka pun mencoba merangkul peminat dari kalangan anak-anak. Satu di antara banyak jalan mereka untuk itu adalah menyelenggarakan Kontes Surfing Anak-anak di Pantai Kuta yang diselenggarakan pada Minggu, 25 September 2011. Selengkapnya »